Kumpulan Khutbah, Pidato, Niat, Sholat dan Doa

Loading

Contonh Teks Khutbah Jum'at Menyambut Tahun Baru Hijriya 1439

Contoh Teks Khutbah Jumat Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1439 - Kata Muharram, secara etimologinya diambil dari kata Arab “Harrama-Yuharrimu-Tahriiman-Muharrimun-wa-Muharramun”, yang berarti “diharamkan”. Yakni, Muharram adalah sesuatu yang dihormati / yang terhormat dan yang diharamkan (dari hal-hal yang tidak baik). Sebagaimana tertulis dalam sejarahnya, bahwa pada bulan Muharram ini umat Muslim diharamkan Allah untuk berperang.

Dengan adanya bulan muharam yang merupakan awal hitungan tahun hijriyah, ini semoga kita bisa lebih meningkatkan segala amal perbuatan yang sifatnya islami kepada Alloh SWT demi tercapainya kebahagiaan dunia yang sifatnya sementara dan kebahagian nanti di akherat yang sifatnya kekal abadi tiada hentinya, alangkah baiknya orang yang ketika hidup didunia ini sudah bisa menanam mudal demi terwujudnya kebahagiaan di alam akherat nanti diantaranya kita bisa menghormati bulan muharram.

Mengapa Alloh SWT memulyakan bulan muharram itu dan ada apa dilamnya, maka untuk itu Admin disini akan sedikit memberikan penjelasan tentang keadaan dan faidah yang harus kita ambil hikmahnya dengan lewat khutbah jum'at yang berjudul "Menyambut Tahun Baru Hijriyah" dengan adanya tema ini semoga menjadikan sebagai motifasi bagi kehidupan kita sehari-hari demi mencapainya rahmat dan maghfiroh Alloh SWT.

Contonh Teks Khutbah Jum'at Menyambut Tahun Baru Hijriya 1438

ألحَمْدُ لِلّهِ. ألحَمْدُ لِلّهِ الذِي جَزَى العَامِلِيْنَ. وأحَبَّ الطَّائِعِيْنَ. وَأبْغَضَ العَاصِيْنَ. أشْهَدُ أنْ لاَ اِلهَ اِلااللهُ. وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ الهَادِي اِلَى صرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ الْقَوِيْمِ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اتَّقُوْاللهَ الّذِي لا اِلهَ سِوَاهُ وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بِالطَّاعَةِ والْعِبَادَةِ. وَنَهَاكُمْ بِالظُّلْمِ وَالْمَعْصِيَةِ. فَلا يَكُوْنُ ذلِكَ اِلاَّ لِخُسْرَانِكُمْ وَهَلالِكُمْ. وَلَكِنِّ اللهَ يَرْحَمُكُمْ وَأنْزَلَ نِعَمَهُ عَلَيْكُمْ. فَأَطِيْعُوْهُ وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ. لِأَنَّ اللهَ جَزَى أَعْمَالَكُمْ. أَثَابَكُمْ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. وَعَذَّبَكُمْ بِسَيّءِ أَفْعَالِكُمْ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ، فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ


Sidang Jum'at Yang Saya Hormati Semoga Alloh Mulyakan.
Muharram merupakan bulan yang sangat berpengaruh pada sejarah kehidupan umat Islam. Suatu bulan yang menjadi pembuka tahun dalam kalender Islam, Hijriyah. Suatu bulan yang penuh barokah dan rahmah, karena bermula dari bulan inilah –menurut dunia Islam- berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah dalam al Qur’an (Al Taubah: 36).

Secara otomatis bulan Muharam merupakan bulan yang menyimpan banyak sejarah kehidupan umat. Di mana pada bulan itu Allah SWT banyak menurunkan peristiwa yang patut dikenang bagi umat sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan, karena peristiwa-peristiwa yang terjadi pada bulan tersebut dapat memberikan banyak inspirasi bagi kelangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini.

Meskipun demikian, di sana kadang timbul pertanyaan dalam benak kita, kenapa penetapan awal tahun dalam Islam berdasarkan hijrah Rasul Muhammad saw? Apakah karena dalam hijrah tadi terdapat sesuatu yang sangat urgen untuk dikenang? Bukankah selain hijrah masih ada beberapa peristiwa yang tidak kalah pentingnya dengan hijrah tadi? Seperti kelahiran atau wafat Rasul saw, peristiwa awal penerimaan wahyu, peristiwa Isra’ & Mi’raj yang mendatangkan perintah shalat wajib lima waktu, di mana hal itu merupakan tonggak atau tiang agama (Ashsholatu ‘imaduddin). Pun tak kalah pentingnya peristiwa penaklukan kota Mekah yang menjadi pusat persatuan dan kesatuan umat Islam, dan masih banyak lagi beberapa peristiwa lainnya yang berpengaruh pada eksistensi Islam di muka bumi ini. Namun, kenapa harus bersandar pada hijrah Rasul Muhammad saw kalender Islam itu ditetapkan?

Sidang Jum'at Yang Saya Hormati Semoga Alloh Mulyakan.

Bulan Muharram Dalam Sejarah
Tradisi penanggalan Hijriyah dirintis pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab RA. Pada waktu itu muncul wacana diperlukannya penanggalan yang baku dan seragam untuk berbagai urusan kenegaraan dan kemasyarakatan. Kemudian, muncullah berbagai usulan dari para Sahabat. Pada akhirnya disepakati bahwa peristiwa hijrah Nabi SAW dari Makkah menuju Madinah dijadikan patokan dalam perhitungan awal tahun kelender Islam.

Pada tahun baru Hijriyah, Muharram, bagi orang yang tidak atau kurang mengerti tentang Islam, mereka akan memperingatnya dengan cara yang kurang tepat karena bertitik tolak dari anggapan yang kurang tepat pula. Mereka yang demikian tersebut menganggap Muharram (syura) adalah bulan keramat, angker, atau naas dan berbahaya. Oleh karena itu, peringatan yang diadakan juga bermacam-macam, antara lain; begadang semalam suntuk, berjalan (pawai) semalam suntuk, mengadakan sesaji ke laut atau tempat-tempat yang dianggap keramat, mandi keramas (berendam) supaya awet muda, memandikan (marangi) pusaka, seperti keris, tombak dan lain sebagainya.

Demikian itu mereka lakukan karena menurut keyakinannya, mereka takut celaka, takut kena musibah, dan sejenisnya. Padahal sebenarnya hal tersebut sama sekali tidak diajarkan oleh Islam, bahkan hal itu bisa mengantarkan pelakunya pada jurang kesyirikan (musyrik), na’udzu billah min dzaalik.

Di sini, yang paling relevan untuk dilakukan adalah apa yang pernah diketengahkan oleh Amirul Mukminin, Umar Ibn Khaththab: “ Haasibuu anfusakum qabla an tuhasabuu ” (Koreksilah diri kalian, sebelum kalian semua dikoreksi (di akhirat) kelak). Dalam ungkapan itu yang dimaksud adalah seruan pada umat secara kolektif untuk introspeksi diri pada apa yang pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Bukan malah berpoya-poya, berpesta-ria, ber-SEPHIA-mesra (Sabu-Ekstasi-Putaw-Heroin-Inex-Alkohol) dan ber-vulgaria bersama penjaja cinta sebagaimana yang dilakukan oleh (sebagian) orang-orang Barat.

Betapa sangat terpuji dan mulianya jika dana pesta-pesta tersebut, sarana dan prasana penyambutan tahun baru yang tidak bermanfaat itu dialokasikan kepada mereka yang masih selalu menjerit kelaparan, merintih kehausan, menangis kehilangan papan (tempat tinggal), menggigil kedinginan dan yang mengerang kepanasan. Masih adakah empati kita pada mereka? Ataukah empati itu sudah tertutup dengan dinding tebal apatis dan egois kita?

Sidang Jum'at Yang Saya Hormati Semoga Alloh Mulyakan.

Sementara dalam bulan Muharram, lebih-lebih tanggal 10 Muharram, yang disebut ‘Asyura, atau bulan Suro (sebutan Jawa) banyak menitiskan peristiwa bersejarah pada kita, kususnya apa yang pernah dialami oleh para Nabi dan Rasul Allah. Di mana pada hari itu merupakan “hari pertolongan” bagi para Nabi.

Dalam sejarahnya, pada hari itu terdapat beberapa peristiwa besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah eksistensi agama Tauhid (Islam), antaranya:
1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah dan dipertemukan dengan isterinya, Siti Hawa di Padang Arafah (Jabal Rahmah).
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah SWT dari perahunya setelah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
5. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
6. Penglihatan Nabi Ya’kub yang kabur dipulihkan Allah kembali.
7. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya.
8. Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
9. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa as.
10. Nabi Musa AS menyeberangi laut merah menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun.
11. Nabi Sulaiman dikaruniai Allah kerajaan yang besar.
12. Nabi Ayub sembuh dari sakitnya yang kronis.
13. Nabi Muhammad SAW lepas dari racun orang-orang Yahudi.
14. Terbunuhnya cucu Nabi Muhammad, Husain Ibn Aly ra. di bukit Karbala.

Rasulullah SAW menganjurkan kepada ummatnya untuk memetik nilai-nilai rohaniah dari kejadian-kejadian tersebut dan menjadikannya hari peningkatan ibadah dan amal, yaitu dengan berpuasa pada bulan Muharram. Sebagaiamana dijelaskan dalam sabdanya:

Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma- dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ فَوَجَدَ الْيَهُودَ صِيَامًا يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي تَصُومُونَهُ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ أَنْجَى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَقَوْمَهُ وَغَرَّقَ فِرْعَوْنَ وَقَوْمَهُ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا فَنَحْنُ نَصُومُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحْنُ أَحَقُّ وَأَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- mendatangi kota Madinah, lalu didapatinya orang-orang Yahudi berpuasa di hari ‘Asyura. Maka beliau pun bertanya kepada mereka, “Hari apakah ini, hingga kalian berpuasa?” mereka menjawab, “Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah memenangkan Musa dan Kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun serta kaumnya. Karena itu, Musa puasa setiap hari itu untuk menyatakan syukur, maka kami pun melakukannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami lebih berhak dan lebih pantas untuk memuliakan Musa daripada kalian.” kemudian beliau pun berpuasa dan memerintahkan kaum puasa di hari itu. (HR. Al-Bukhari no. 3145, 3649, 4368 dan Muslim no. 1130)


Dari Abu Qatadah Al Anshari -radhiallahu anhu- dia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura`, beliau menjawab: “Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma-, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ


“Seandainya tahun depan aku masih hidup, niscaya saya benar-benar akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” (HR. Muslim no. 1134)

Begitu juga dianjurkan pada hari tersebut melakukan perbuatan kebajikan, yang termasuk dalam kategori amal saleh seperti menyantuni fakir miskin, anak yatim, orang-orang lemah dan sengsara, kaum atau keluarga yang membutuhkan pertolongan dan lain-lain. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang melapangkan (memberi) keluarganya dan ahlinya pada hari Asyura, maka Tuhan akan memberikan kelapangan padanya selama satu tahun”. (HR Baihaqi)

Sidang Jum'at Yang Saya Hormati Semoga Alloh Mulyakan.

Jadi pada intinya kita semua sebagai umat Islam dalam menyambut bulan Muharram ini mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT dengan berbagai amal-amalan yang diperintahkan oleh Alloh dan Rosul-NYA.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Itulah yang dapat saya sampaikan Contoh Teks Khutbah Jum'at Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1439, begitu juga kami sajikan khutbah idul fitri, khutbah idul adha, khutbah jumat singkat, khutbah jumat tentang 10 muharam dan masih banyak lagi yang lainnya, semoga dengan adanya teks khutbah ini besar manfaatnya bagi kita semua dan kita bisa mengamalkannya isi dari kandunga khutbah tersebut. Amiiin .

Contoh Teks Khutbah Idul Adha Singkat Dua Ibadah Istimewa Terbaru 1438 H

Contoh Teks Khutbah Idul Adha Dua Ibadah Istimewa Terbaru 2017 - Hari Raya Idul Adh adalah merupakan sebuah hari raya bagi umat Islam karena ummat Islam itu memiliki dua hari raya, yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha yang mana kedua hari raya itu adalah merupakan momen terpenting dan mempunyai sejarah bagi ummat islam terutama pada hari raya idul adha yang sedang kita laksanakan ini.

Pada hari ini diperingati peristiwa qurban, yakni ketika Nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba. Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri.

Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya, begitu pula kita sebagai ummat Nabi muhammad juga di perintahkan untuk berqurban bukan hanya kepada Nabi Ibrahim saja, nah dengan demikian maka kami di sini menyajikan contoh khutba idul adha secara singkat untuk dijadikan bahan dasar renungan kita mendekatkan diri kepada Alloh SWT.

Contoh Teks Khutbah Idul Adha Singkat Dua Ibadah Istimewa

Assalaamu'alaikum Wr.Wb

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ ِللهِ الْقَائِلِ فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ (وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ)


أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ



Jamaah Sholat Idul Adha Yang dimuliakan Allah Swt

Pertama -tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, Yang telah memberikan banyak nikmat kepada kita ini, nikmat panjang usia serta kesehatannya, dan juga yang palaing utama adalah nikmat Iman dan Islam, semoga keimana dan keislaman ini bisa terbawa sampai hari kiyamat.Tak lupa sholawat dan salam semoga selamanya tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan ini kami sebagai khatib mengingatkan kepada seluruh hadirin dan khusus kepada diri kami sendiri untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT. Karena dengan bertakwa kepada Allah SWT maka jalan menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat akan kita peroleh.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Pada hari dan bulan ini seluruh umat Islam dari setiap penjuru dunia disyariatkan untuk melaksanakan 2 ibadah yang lebih istimewa disamping ibadah yang rutin dilaksanakan pada setiap hari. Pertama adalah ibadah haji dan, kedua ibadah qurban.

Yang pertama, ibadah haji. pada pagi hari ini umat Islam yang istitho’ah (mampu), sedang berduyun-duyun dari Muzdalifah menuju Mina untuk melempar jumrah aqobah dan tahallul awal, yang mana dari mulai hari kemarin siang tanggal 9 Dzulhijjah seluruh umat Islam melaksanakan ibadah wukuf di padang Arofah.ucapan Kalimat talbiyah, labbaika allahumma labbaik, labaika…. berkumandang hampir di seluruh kawasan mas’aril haram. Kawasan yang membentang dari Arafah sampai Masjidil Haram.

Melaksanakan Ibadah Haji adalah hukumnya wajib bagi setiap orang yang mampu sesuai dengan perintah Allah SWT sebagaimana yang disebut dalam al Qur’an surat Ali Imron:96

وَلِلّٰـهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللّٰـهَ غَنِىٌّ عَنِ الْعٰلَمِينَ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahilhamdu

Jamaah Sholat Id Rahimakumullah

Yang kedua, adalah ibadah qurban. Ibadah qurbqn ini berhukum sunnah ‘ain bagi setiap orang dan sunnah kifayah bagi anggota keluarga. Ibadah ini memiliki kaitan dengan ibadah haji, sebagaian bersumber dari ajaran Nabi Ibrahim AS. lebih 3000 tahun yang lalu, Nabi Ibrahim Kholilullah menjalankan praktek keagamaan yang penuh dengan nilai-nilai ke-ilahi-an, ketauhidan, kesabaran dan pengorbanan manusia kepada Tuhannya. Pada saat itu Nabi Ibrahim AS diuji oleh Allah SWT dengan ujian yang sangat luar biasa. Nabi Ibrahim AS melalui mimpinya diperintah Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya Ismail AS. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam al Quran surat As Shofat : 100-111


رَبِّ هَبْ لِى مِنَ الصّٰلِحِينَ ۚ فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيمٍ ۚ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْىَ قَالَ يٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى الْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَانظُر مَاذَا تَرَىٰ ۖ قَالَ يٰٓأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَر ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ اللّٰـه مِنَ الصّٰبِرِينَ ۖ فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ۚ وَنٰدَيْنٰهُ أَن يٰٓإِبْرٰهِيم ۚ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا (الاية.....)


Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).

Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Selanjutnya, yang lebih penting adalah bagaimana memetik pelajaran dari perintah Allah tersebut dalam kehidupan saat ini. Ibadah Haji merupakan ibadah mahdlah dan bersifat fisik. Pelajaran yang bisa diambil dari ibadah ini adalah bahwa saat kita berkumpul dengan jutaan orang di tanah yang luas, kita merasa kecil. Dalam kondisi seperti itu, tidak pantas bagi kita untuk sombong. Kita membutuhkan orang lain agar bisa membantu kita, dan agar orang lain tidak menyakiti kita. Tolong menolong dan saling pengertian dibutuhkan dalam upaya kita beribadah kepada Allah. Karena kita tdk bisa beribadah dengan baik,tanpa ada sikap tolong menolong .

Sedangkan secara spiritual apa yang bisa kita rasakan, alami dan refleksikan di tanah suci, saat kita betul-betul merasa dekat kepada Allah, semestinya bisa berpengaruh kepada sikap dan perilaku kita terutama dalam kehidupan bermasyarakat saat kita kembali lagi ke tanah air. Dengan begitu, ibadah haji yang kita jalankan akan memompa kita untuk lebih giat lagi dalam berjuang demi tegaknya kesejahteraan dan keadilan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa, termasuk .

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Allahu Akbar Walillah Ilhamdu
Sedangkan pelajaran yang bisa kita ambil dari ibadah kurban adalah: dalam kehidupan ini tidak semata-mata materi, tetapi ada yang lebih dari itu, yaitu spiritual. Dalam kitab-kitab Fiqih disebutkan bahwa daging hewan korban harus di sodaqohkan dan tidak boleh dijual belikan. Karena itu, dalam berkorban kita diajari bahwa, dalam hidup ini semuanya tidak bisa sekedar materi, tidak sekedar dihitung dengan uang. Semuanya selalu diperhitungkan dengan uang. Kalau tidak punya uang tidak punya kehormatan sehingga diremehkan.

Padahal uang bukanlah segala-galanya. Karena ada yang lebih dari itu, yaitu spiritualitas. Spiritual, yang berasal dari kata spirit yang berarti semangat. Semangat untuk berkurban, berjuang, melakukan sesuatu pekerjaan tidak sekedar mencari harta benda.

Contoh yang paling gampang berkaitan dengan spiritualitas bisa kami sebutkan di sini. Ada seseorang yang berjualan makanan, dia mengatakan “Saya kalau tidak jualan merasa tidak enak. Sebenarnya jika tidak berjualan saya sudah cukup, tetapi jika tidak berjualan saya merasa tidak enak. Karena pelanggan saya nanti makan dimana?” dan seterusnya. Inilah contoh sederhana dari nilai-nilai spiritualitas yang lebih tinggi dari materialitas.

Jamaah sholat id rohimakumullah
Demikian khutbah yang bisa kami sampaikan, semoga ibadah yang sedang dijalankan oleh para jamaah haji di tanah suci bisa menjadi haji yang mabrur dan ibadah qurban yang alan kita lakukan terhitung sebagai amal yang bisa membawa kita menjadi manusia yang tidak hanya sekedar bersikap materialistic, tetapi juga memiliki jiwa spiritualitas yang tinggi.


أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ . بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah Kedua:

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Itulah yang dapat kami sampaikan mengenai tentang khutbah idul adha dengan tema Dua Ibadah Istimewa secara singkat tapi, tapi walau pun singkat semoga membawamanfaat bagi kita semua, begitu juga kami sajikan pada artikel selanjutnya contoh khutbah idul fitri, khutbah jumat, khutbah peringatan maulid Nabi, peringatan Isra' Mi'raj, khutbah jumat bulan-bulan bersejarah dan masih banyak yang lainnya makanya terus saja update disini.

Contoh Khutbah Jumat Perbaikan Diri Melalui Ibadah Ramadhan Terbaru 2017

Contoh Khutbah Jumat Singkat Perbaikan Diri Melalui Ibadah Ramadhan Terbaru 2017 - Sahabat setia setelah kita sama-sama memahami salah satu Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan, maka untuk selanjutnya mari kita masuk pada sesi berikutnya yaitu masih mengenai seputar khutbah bulan ramadhan dengan tema, "Contoh Khutbah Jumat Singkat Perbaikan Diri Melalui Ibadah Ramadhan" semoga dengan adanya tema ini kita dapat menyikapinya dengan sungguh-sungguh.

Dalam melaksanakan khutbah seorang khatib harus bisa menyesuaikan tema yang sesuai dengan keadaan pada waktu itu, misalnya kita sedang melaksanakan ibadah puasa, maka carilah tema khutbah yang benar-benar bisa menyentuh hati nurani para jamaah pada waktu itu, supaya kita dalam menjalankan amal ibadah yang sedang kita laksanakan bisa menambah lebih mengarah pada ke khusuan demi tercapainya ridhao Alloh SWT.

Maka untuk itu Kami di sini akan menyajikan salah satu Contoh Khutbah Jumat, semoga dengan adanya tema ini nanti para khatib bisa menyampaikan kepada para jamaah ketika sedang melaksanakan ibadah pada bulan suci ramadhan dengan penuh penuh ketulusan dan bisa meraih pahala dari Alloh SWT demi tercapainya tujuan kita semua selamat dalam menjalankan kehidupan dunia dan akherat.

Contoh Khutbah Jumat Singkat Perbaikan Diri Melalui Ibadah Ramadhan

ألْحَمْدُلِلّهِ الّذِيْ جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ غُرَّةَ وَجْهِ الْعَامِ. وَشَرَّفَ أَوْقَاتَهُ عَلَى سَائِرِ الأَوْقَاتِ, وَفَضَّلَ أَيَّامَهُ عَلَى سَائِرِ الأَيَّامِ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شهادَةَ مَنْ قَالَ رَبِّيَ اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامَ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصِامَ. اللهمّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدِ وعَلى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ, فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الأَثَامِ أعوذبالله من الشيطان الرّجيم. بسم الله الرّحمن الرّحيم يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Sidang jumat yang berbahagia
Kita tentu tidak ingin bulan ramadhan yang mulia ini berakhir dan lewat begitu saja tanpa nilai-nilai positf yang kita peroleh, karena apalah artinya bagi kita kalau seandainya pada bulan ramadhan itu tidak bisa membawa perbaikan diri yang bisa kita perlihatkan hasil-hasilnya ketika mengarungi kehidupan setelah ramadhan. Dalam khutbah jumat singkat ini perlu kita bicarakan hal-hal yang harus kita perbaikan diri melalui ibadah ramadhan, jika kita kaji ayat-ayat yang berkaitan dengan ramadhan, khususnya pada surah al-Baqarah ayat 183-188 paling tidak ada enam halyang haruskita perbaiki melalui ibadah ramadhan yang nantinya kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari setelah ramadhan.

Pertama, memperbaiki keimanan kita kepda Alloh SWT., agar setelah ramadhan nanti semistinya iman kita kepada Alloh dalam keadaan mantap, sehingga sikap dan prilaku yang akan kita perlihatkan wujud ketakwan kepada Alloh, karena pemantapan iman dan takwa menjadi target dari ibadah ramadhan sebagai mana Firman Alloh .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (al-Baqarah:183)

Kedua, memperbaiki kedekatan kita kepada al-Qur'an sehingga idealnya, setelah ibadah ramadhan, kita menjadi orang-orang dekat terhadap al-Qur'an dengan dapat membacanya secara baik, rajinmembacanya, memahami isi kandungannya, sehingga tergerak untuk selalu hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Qur'ani. Jika hal ini bisa kita realisasikan maka kita termasuk orang-orang yang benar-benar menjadikan ramadhan sebagai syahrul qur'an (bulan al-Qur'an) karena Aloh SWT pertama kali menurunkan al_Qur'an itu adapah pada bulan Ramadhan dan kita pungsikan al-Qur'an ini sebagi petunjuk bagi kehidupan kita semua, sehingga kita bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil. firman Alloh dalam surah al-Baqarah ayat 185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

"Bulan ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan(permulaan)al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)....." (al-Baqarah:185)

Sidang jumat yang berbahagia
Ketiga, memperbaiki kedekatan diri kepada Alloh sehingga setelah ibadah ramadhan ini, kita semestinya menjadi orang-orang yang selalu merasa dekat kepada Alloh. Bila perasaan seperti itu tumbuh dalam diri kita, niscaya kita tidak berani lagi berbuat kemaksiatan , hal ini kita sadarai karena Alloh dekat denagn setiap manusia dan selalu mengetahui segala apa yang di kerjakan setiap makhluk-Nya Aloh SWT berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

"Dan apa bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka(jawablah) bahwasanya aku adalah dekat......"(al-Baqarah:186)

Keempat hal yang juga harus kita perbaiki melalui ibadah ramadhan adalah ketundukan kita kepada Alloh, dengan cara banyak berdoa padabulan ramadhan, karena dalam rangkaian ayat mengenai ibadah puasa terdapat ayat yang menyinggung doa sebagai mana firman Alloh,

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (١٨٦

"Aku mengabulkan parmohonan orang-orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi(segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu ada dalam kebenaran,"(al-Baqarah:186)

Dengan berdoa, berarti kita mengakui sebagai makhluk yang dhaif atau lemah, sehingga kita tidak pantas berlaku sombong kepada Alloh SWT, Alloh tidak suka kepada siapa pun yang yang berlaku sombong karena Alloh lah yang pantas untuk berlaku sombong.

Kelima, yang harus kita perbaiki melalui ibadah ramadhan adalah hubungan dengan sesama muslimin yang telah dan akan terus kita perlihatkan, misalnya dengan banyak bertemu di mesjid dan berbagi aktivitas lainnya, memberikan makanan atau minuman untuk berbuka puasa, hingga membayar zakat untuk fakir dan miskin serta puncaknya adalah pada hari raya kita berkumpul dimesjid-mesjid atau pundi tanah lapangan yang luas untuk menunaikan shalat Idul Fitri.

Dengan begitu, setelah berakhirnya ramadhan dan hari raya akan lkita perlihatkan bahwa kaum muslimin memang bisa bersatu, berjamaah, dan saling berkuat menguatkan dalam menegakan nilai-nilai Islam. Musuh-musuh Islam tau pesis dengan berjamaah yang kukuh, kaum muslimin akan kuat dan tidak mungkin akan bisa dikalahkan oleh kaum kuffar sehebat apa pun, karena itulah mereka terus berusaha untuk menghancurkan semangat berjamaah yang di miliki oleh kaum muslimin.

Keenam, hal yang harus juga kita perbaiki dari diri kita melalui ibadah Ramadhan adalah ketajaman hati atau rohani dalam membedakan antara yang hak dan yang batil, sehingga selama kita berpuasa, kita tidak berani mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, sebab kita sebagai kaum muslimin sama-sama mengendalikan hawa nafsunya dengan cara beribadah puasa.Dalam hal ini Alloh SWT berfirman.

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٨

"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagaian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan ( janganlah) kamu membawa(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian dari padaharta banda orang lain itu dengan (Jalan berbuat) dosa, pada halkamu mengetahui." (al-Baqarah:188) Denga begitu, apabila ramadhan telah berakhir, bukan berakhir pula suasana ketakwaan kepada Alloh SWT bahkan setelah ramadhan kita di tuntut untuk membuktikan keberhasilan kita dalam beribadah ramadhan, caranya adalah dengan menunjukan kepribadiankita sebagai muslimin yang lebih baik.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. تَقَبَّلَ اللهُ عَمَلَنَا وَعَمَلَكُمْ وَجَعَلَهَا فِي مِيْزَانِ حَسَنَاتِنَا، إِنَّهُ وَلِيُّ ذَلِكَ وَالْقَادِرُ عَلَيْهِ

Itulah yang dapat kami buat pada artikel ini salah satu Contoh Khutbah Jumat Singkat Perbaikan Diri Melalui Ibadah Ramadhan, dan terus Update karena kami disini telah menyajikan berbagai macam contoh khutbah seperti, Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan, Khutbah Jumat Puasa Ramadhan, Khutbah Jumat Tentang Isra Mi'ra,  Khutbah Jumat Sabar Menghadapi Ujian, Khutbah Jum'at Keutamaan Hari Jum'at, Khutbah Idul Fitri Tiga Pesan Ramadhan dan masih banyak lagi yang lainnya

Contoh Teks Pidato Singkat Perpisahan Sekolah Kelas 6 Terbaru 2017

Pidato Perpisahan Sekolah Kelas 6 Terbaru 2017 - Pidato adalah merupakan salah satu cara penyampaian/pengungkapan pikiran secara lisan dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Kegiatan berpidato disebut orasi. Adapun orang yang berpidato disebut orator. Tujuan pidato adalah untuk menyampaikan gagasan.

Selain itu, pidato juga mempunyai tujuan untuk membujuk atau menyampaikan informasi yang ada, memberikan hiburan dan memberikan perintah. Pidato adalah bentuk komunikasi satu arah. Dalam berpidato diperlukan kemahiran dasar, antara lain: mampu mengungkapkan pikiran secara lisan dengan lancar, menguasai retorika atau gaya berbicara dengan bahasa yang baik dan benar, dan memiliki keberanian tampil di muka umum.

Dengan demikian maka kami disini akan menyajikan Contoh Teks Pidato Singkat Perpisahan Sekolah Kelas 6 Terbaru, guna untuk membantu kelancaran bagi anak-anak sekolah dasar yang akan melaksanakan perpisahan sama Kepala sekolah serta staf-stafnya juga sama teman-teman yang selama itu kita bersama-sama menimba ilmu dari Bapak Ibu guru yang ada di sekolah kita itu.

Contoh Teks Pidato Singkat Perpisahan Sekolah Kelas 6

Bapak Ibu Guru serta orang tua wali dan semua yang hadir ditempat ini yang kami hormati.

Tiada ungkapan kata yang paling indah yang hendak di ungkapkan di awal pembicaraan, tiada syair yang paling menawan yang mampuh menggugah setiap insan kecuali panjatkan puji kehadirat Ilahi rabbi, puja kepada yang maha kuwasa dan syukur kepada dzat yang maha ghafur yang telah memberikan kekuatan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul bertatap muka bertemu pandang dan saling mendekatkan diri sesama Insan Islam di tempat yang berbahagia ini.

Shalawat dan salam semoga Alloh tetap limpahkan kepada junjunan alam pahlawan revolusi Islam empat abad yang silam Rosul pembawa risalah kebenaran, Rosul pembawa hakikat keadilan dan Rosul yang akan memberi safaat nanti di hari kiamat habibana Muhammad SAW.

Dalam kesempatan kali ini, ijinkanlah kami akan menyampaikan beribu-ribu ucapan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dewan guru semua. Alhamdulillah berkat bimbingan Bapak dan Ibu sekalian, kami dan rekan-rekan semuanya bisa menjadi seperti ini. Terutama kami pada saat ini bisa membaca, bisa menulis, bisa menghitung dan bisa belajar untuk menjadi manusia yang sesungguhnya.

Dengan jernih payahnya , engkau membimbing kami. Tidak ada kata bosan, lelah tapi tetap Ibu dan Bapak guru selalu sabar menghadapi tingkah polah kami yang kadang membuat jengkel. Maafkan kami semuanya. Jasa Ibu dan Bapak guru tidak akan pernah kami lupakan sepanjang hidup kami. Karena tanpa bimbingan kalian semua, apalah arti diri kami semua.

Untuk teman-temanku semua, ini adalah hari perpisahan kita di SD ini. Memang berat rasanya untuk berpisah karena setiap hari kita selalu bersama. Bermain bersenda gurau. Tertawa. Bercanda. Sungguh, semua kenangan itu tidak akan pernah terlupakan dihati kami.

Tapi ini semua adalah sudah merupakan taqdir Ilahi yang tidak akan kita pungkiri, denga adanya perpisahan ini semoga termasuk dalam kata gori " laisal firoq bilfiroq walakinnal firoq bilmahabbah" Perpisahan ini bukanlah merupakan perpisahan selama-lamanya melainkan perpisahan ini adalah supaya lebih menanamkan rasa kasih sayang diwaktu yang akan datang.

Walaupun hari ini kita berpisah, marilah tetap kita jaga persaudaraan ini hingga kapanpun. Kalian semua adalah teman-teman terbaik.

Kepada Bapak dan Ibu Orang tua dan wali murid sekalian. Inilah anakmu. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya disana-sini. Bimbinglah kami dengan sabar dan tiada henti. Kami masih perlu bimbinganmu. Kami masih perlu kasih sayangmu. Didiklah kami sehingga menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama, bangsa dan negara.

Ibu Bapak guru dan semua orang tua wali murid yang hadir ditempat ini mungkin itulah yang dapat Kami sampaikan.

Kalau ada lebih di harta boleh Bapa numpang makan
kalaulah ada salah dikata Sudilah semua memaafkan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Demikianlah Contoh Teks Pidato Singkat Perpisahan Sekolah Kelas 6 Terbaru 2017, begitu juga kami sajikan Ceramah Singkat Berbakti Kepada Orang Tua, Contoh Teks Pidato Singkat Tentang Syukur Nikmat, Contoh Pidato Singkat Tentang Pendidikan Nasional, dan masih banyak lagi yang lainnya makanya terussajaupdate disini. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua terutama bisa jadi motivasi bagi anak-anak kita sebagai generasi yang akan datang.

Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan 2017

Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan 2017 - Tak terasa, waktu terus bergulir sehingga saat ini kita akan memasuki bulan susi ramadhan 2017 bulan yang penuh berkah, bagi seorang muslim sejati momentum datangnya bulan suci ramadhan ini akan selalu dimanfaatkan untuk melakukan muhasabah atau intropeksi diri bukan dengan melakukan hal-hal yang bersifat huru hara, apalagi dengan melakukan kemaksiatan yang di benci oleh Alloh Swt.

Dengan demikian maka kami di sini akan sedikit berbagi materi untuk di jadikan bahan khutbah jumat ketika memasuki bulan ramadhan dengan tema " Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan" semoga dengan adanya teks ini bagi para khatib jumat bisa menyampaikannya dengan baik agar isi kandungan khutbah ini bisa benar-benar di resapi oleh para jamaah jumat.

Maka untuk itu ketika datangnya bulan suci ramadhan mari kita jadikan kesempatan untuk bertaubat dari segala dosa yang telah kita perbuat sebelumnya, dan kita jadikan bulan ramadhan ini dengan dipenuhi berbagai macanm kegiatan keagamaan, sehingga dalam penyambutan ramadhan ini kita jadikan sebagai jembatan emas untuk meraih kebahagiaan dunia maupun akherat.

Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan

السَّلامُ عَلَيكُمْ وَرَحمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهُ

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَذِى جَعَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرَ الْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَةِ وَأشْهَدُ أنْ لا اِلهَ اِلااللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلي وِسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ لِقَاءِ رَبِّهِمْ. اَمَّا بَعْدُ أما بعد: فيا عباد الله أصيكم بنفسى بتقوى الله وإياي فقد فاز فوزا عظيما أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Sidang jumat yang berbahagia
Perputaran waktu terasa begitu cepat sehingga tidak terasa, bulan suci ramadhan tahun ini kembali kita sambut, padahal rasanya baru kemarin kita menyambut bulan ramadhan itu, tentu saja menyambut dan memasukinya dengan perasaan yang senang. Oleh karena itu, setiap kali ramadhan datang sebagai muslim yang sejati kita harus perlihatkan kegembiraan, baik kepada Alloh SWT . maupun kepada sesama manusia.

Kegembiraan ini harus kita perlihakkan karena ramadhan memiliki keutamaan yangsangat besar bila dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain, bahkan kalau kita tau dan kita sadari keutamaan ramadhan itu, tentu kita ingin setiap bulan itu dijadikan oleh Alloh sebagai bulan ramadhan.

Salah satu bukti nyata yang harus kita wujudkan jika kita benar-benar gembira dengan datangnya bulan ramadhan adalah dengan melakukan persiapan-persiapan yang matang untuk menghidupkan ramadhan, baik persiapan secara pribadi maupun bersama-sama, persiapan itu antara lain: pertama mengingat-ingat dan memahami kembali kaifiat atau tata cara pelaksanaan ibadah ramadhan, sehingga kita harapkan memasuki ramadhan setiap kita sudah benar-benar memahami apa yang harus kita laksanakan dan bagai mana cara melaksanakannya dari asfek peribadahan. Syarat wajib puasa, syarat sah puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, sunnah-sunnah puasa, pelaksanaan shalat tarawih dan sebagainya merupakan beberapa hal-hal yang terkait dengan peribadahan Ramadhan yang harus kita pahami dengan baik.

Kedua, secara berjamaah melalui masjid, mushala dan pengurus rohani islam di berbagai instansi, harus menyiapkan diri dengan berbagai program untuk memakmurkan aktivitas ramadhan dengan terget meningkatkan ketaqwaan jamaahnya. Salah satu kegiatan ramadhan misalnya shalat tarawih yang ditentukan materi dan penceramahnya, shalat zhuhur diperkantoran yang biasanya dislingi ceramah zhuhur, kuliah subuh dan sebagainya yang semua itu harus dilakukan dengan persiapan yang matang.

Sidang jumat yang berbahagia
Jika ramadhan telah kita siapkan penyambutannya dengan jiwa yang gembira dan konsep kegiatan untuk mengisinya, lalu kita melaksanakan berbagai ibadah serta aktivitas ramadhan dengan baik, niscaya kita dapat mencapai peningkatan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. sebagai mana dari target dari ibadah ramadhan itu sendiri.Alloh berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(183)

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". (al-Baqarah 183)

Dengan begitu sudah sewajarnyalah jika setiap kali datang ramadhan, sebagai muslim yang sejati, kita menyambutnya dengan senang hati, sehingga ibadah ramadhan yang akan kita jalani sebulan penuh, meski[pun sebenarnya berat, insya Alloh dapat kita laksanakan dengan perasaan yang riang dan kesungguhan yang tidak perlu diragukan. Semua itu tidak lain dalam rangka mengharap ridha Alloh Swt. yang menjadikan dosa-dosa kita akan dihapus oleh-Nya. Dalam kaitan ini Rosululloh SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang puasa ramadhan karena iman dan mengharap ridha Alloh, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." ( HR Buhkhari )

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu senang dengan datangnya Ramadhan yang mubarak.


بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم. وتفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل الله منّي ومنكم تلاوته إنه هوالسميع العليم. واستغفروه إنه هو الغفور الرحيم. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِين


Itulah yang dapat Kami sampaika mengenai "Contoh Khutbah Jumat Singkat Selamat Datang Ramadhan 2017", begitu juga kami sajikan Khutbah Jumat Perbaikan Diri Melalui Ibadah Ramadhan, Khutbah Jumat Singkat Puasa Ramadhan Membentuk Masyarakat Islami, Khutbah Idul Fitri Tiga Pesan Ramadhan dan maih banyak lagi contoh-contoh khutbah yang lainnya, semoga dengan adanya teks ini dapat membawa kemanfaatan bagi kita semua dan kita mendapatkan keberkahan dalam memasuki bulan suci ramadhan itu sehingga kita bisa melaksanakan segala amal-amalan wajib maupun sunnahnya.

Contoh Khutbah Jumat Peristiwa 10 Muharram Terbaru 1439 H

Khutbah Jumat Peristiwa 10 Muharram Terbaru 1439 - Manusia sebagai makluk sosial sudah tentu membutuhkan orang lain sebagai partner hidup. Baik itu untuk memutuskan satu masalah atau hanya sekedar untuk berbagi. Oleh karena itu, para filosof seperti Aristoteles, Al-Faribi, atau pun Ibnu Khaldun mengakui pentingnya teman dalam kehidupan manusia.

Akan tetapi, di dalam aktifitas dan interaksinya dengan orang lain, tak jarang seorang anak manusia harus merasakan gesekan-gesekan yang apabila tidak segera dicari pemecahannya akan menimbulkan permasalahan, bahkan bisa jadi sampai terjadi peperangan. Maka tak asing lagi, manusia pasti saling membutuhkan masukan-masukan ilmu untuk dijadikan sumber kehidupan menuju kejalan yang benar.

Maka untuk itu Admin disini akan berbagi sedikit pengertian tentang beberapa peristiwa penting yang terjadi pada 10 muharram lewat khutbah jumat untuk dijadikan sumber motivasi dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari menuju ridla Ilaahi selamat dunia dan akherat.

Contoh Khutbah Jumat Peristiwa 10 Muharram Terbaru 1437 H


ألحَمْدُ لِلّهِ. ألحَمْدُ لِلّهِ الذِي جَزَى العَامِلِيْنَ. وأحَبَّ الطَّائِعِيْنَ. وَأبْغَضَ العَاصِيْنَ. أشْهَدُ أنْ لاَ اِلهَ اِلااللهُ. وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ الهَادِي اِلَى صرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ الْقَوِيْمِ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اتَّقُوْاللهَ الّذِي لا اِلهَ سِوَاهُ وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بِالطَّاعَةِ والْعِبَادَةِ. وَنَهَاكُمْ بِالظُّلْمِ وَالْمَعْصِيَةِ. فَلا يَكُوْنُ ذلِكَ اِلاَّ لِخُسْرَانِكُمْ وَهَلالِكُمْ. وَلَكِنِّ اللهَ يَرْحَمُكُمْ وَأنْزَلَ نِعَمَهُ عَلَيْكُمْ. فَأَطِيْعُوْهُ وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ. لِأَنَّ اللهَ جَزَى أَعْمَالَكُمْ. أَثَابَكُمْ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. وَعَذَّبَكُمْ بِسَيّءِ أَفْعَالِكُمْ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Melalui mimbar khutbah ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada para jama’ah sekalian, marilah kita bersama-sama senantiasa meningkatkan kadar ketaqwaan kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya. Yaitu dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya. Bahwasannya tidak ada perbedaan antara seseorang dengan seorang yang lainnya. Maka alangkah bahagia dan beruntungnya orang yang termasuk dalam golongan muttaqin. Karena kelak akan mendapat tempat dan maqam yang mulia di sisi Ilahi.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Masih di bulan Muharram ini memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmatnya kepada kita semua. Yaitu dengan menggunakan nikmat itu ke jalan yang di ridloi-Nya. Bersyukur atas nikmatnya, maka Allah pun akan menambah nikmat itu.

Sebagai upaya memningkatkan iman dan taqwa kepada-NYA, maka melalui datangnya Tahun Baru Hijriyah ini kita menegok sejarah masa silam, 10 Muharram adalah hari yang lebih dikenal dengan Hari Asyura’, yang mana kita ingat kembali betapa para Nabi mendapat kemenangan pada hari itu. Hari Asyura’ juga dianggap sebagai hari besar umat Islam, karena ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada saat itu.Beberapa peristiwa penting, di mana para Nabi dan Rasul banyak mendapat anugerah dari Allah subhana wa Ta'ala yang Maha Suci, di antaranya :

1. Setelah beratus-ratus tahun lamanya Nabi Adam as meminta ampunan dan bertobat kepada Allah SWT, maka pada hari yang bersejarah yaitu tanggal 10 Muharam Allah SWT telah menerima taubat Nabi Adam as. Inilah salah satu penghormatan kepada Nabi Adam as. Ratusan tahun bertobat.. Begitu lama sekali Nabiyullah Adam as melakukan tobat ini..

2. Nabi Idris as memperoleh derajat yang luhur, dibawa ke langit disebabkan karena beliau bersifat belas kasihan kepada sesamanya.

3. Nabi Musa as mendapat anugrah kitab Taurat ketika beliau berada di bukit Thursina (Sinai) dan Saat diselamatkannya beliau dari pasukan Fir'aun saat menyeberangi Laut Merah.

4. Nabi Ibrahim as terhindar dari siksaan raja Namrud, karena di tuduh menghancurkan berhala dikuil tempat pemujaan Namrud, meskipun beliau sudah dilemparkan kedalam api unggun yang menyala-nyala

5. Nabi Nuh as turun dari perahu penyelamat bersama umatnya yang beriman, terhindar dari air bah dan taufan yang dasyat.

6. Nabi Yusuf as di bebaskan dari penjara mesir. Karena sebelumnya ia dituduh Zulaikha yang menuduh Nabi Yusuf as memperkosanya, padahal sebaliknya, bahwa wanita itu yang mengajak berbuat zina

7. Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan beliau dipertemukan kembali dengan putranya yakni Nabi Yusuf pada hari Asyura.

8. Allah SWT menerima taubat Nabi Yunus as, dan menyelematkan beliau dari perut ikan nun (jenis ikan yang sangat besar).

9. Pada tanggal 10 Muharam, Allah SWT telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman. Tanggal itu merupakan suatu penghormatan kepada beliau. Akhirnya sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Sulaiman berpuasa dan beribadah kepada Allah SWT.

10. Nabi Daud as di sucikan dari dosa dan dibersihkan dari segala fitnah serta tuduhan. Di sebabkan beliau telah mengirimkan panglimanya hingga gugur, padahal sang panglima memiliki istri yang amat cantik.

11. Pada 10 Muharam ini juga, Allah mengangkat Nabi Isa as ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa as dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa as daripada kekejaman kaum Bani Israil.

12. Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya pada hari asyura’ mendapat anugrah dan kewaspadaan dalam menetapi hidayah Al-Qur’an (hijrahnya Rasulullah SAW).

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Oleh karena pentingnya kejadian-kejadian tersebut, yakni pada hari Asyura’ para Nabi banyak memperoleh anugerah dari Allah subhana wa Ta'ala. Maka bagi umat Islam disunnahkan (diutamakan) untuk menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak tafakur serta menambah amal ibadah lainnya.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ الله الْمُحَرَّمِ

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim),

Dan dalam hadits lain yang di terima dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:


قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِيْنَةَ وَالْيَهُوْدُ تَصُوْمُ عَاشُوْرَاءَ فَقَالُوْا هَذَا يَوْمٌ ضَهَرَ فِيْهُ مُوْسَى عَلَى فِرعَوْنَ فَقَالَ النَّبِيِّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَانِهِ: أَنْتُمْ أَحَقُّ مُوْسَى مِنْهُمْ فَصُوْمُوْا.


Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai di Madinah, sementara orang-orang Yahudi berpuasa Asyura’. Mereka mengatakan: Ini adalah hari di mana Musa menang melawan Fir’aun. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat: “Kalian lebih berhak terhadap Musa dari pada mereka (orang Yahudi), karena itu berpuasalah.” (HR. Al Bukhari).

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah,

Puasa Asyura’ merupakan kewajiban puasa pertama dalam Islam, sebelum Ramadlan. Dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz radliallahu ‘anha, beliau mengatakan:

أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاة عَاشُوْرَاءَ اِلَى قُرَى الْأَ لْضَارِ مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ قَالَتْ فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدَ وَنَصُوْمُ صِبْيَاتُنَا وَنَجْعَلُ لَهُم اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ فَأِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامَ أَعْطَيْنَاهُ ذَلِكَ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ الْاِفْطَانِ


Suatu ketika, di pagi hari Asyura’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seseorang mendatangi salah satu kampung penduduk Madinah untuk menyampaikan pesan: “Siapa yang di pagi hari sudah makan maka hendaknya dia puasa sampai maghrib. Dan siapa yang sudah puasa, hendaknya dia lanjutkan puasanya.” Rubayyi’ mengatakan: Kemudian setelah itu kami puasa, dan kami mengajak anak-anak untuk berpuasa. Kami buatkan mereka mainan dari kain. Jika ada yang menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu. Begitu seterusnya sampai datang waktu berbuka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, puasa Asyura’ menjadi puasa sunnah. A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan:

كَانَ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ تَصُوْمُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَهِلِيَّةِ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِيْنَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ فَلَمَّ فَرَضَ رَمَضَانَ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.


“Dulu hari Asyura’ dijadikan sebagai hari berpuasa orang Quraisy di masa jahiliyah. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melaksanakn puasa Asyura’ dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa. Setelah Allah wajibkan puasa Ramadlan, beliau tinggalkan hari Asyura’. Siapa yang ingin puasa Asyura’ boleh puasa, siapa yang tidak ingin puasa Asyura’ boleh tidak puasa.” (HR. Al Bukhari dan Muslim.

Pada hari Asyuro umat Islam disunnahkan untuk melakukan banyak kebaikan diataranya adalah memberikan santunan kepada Anak Yatim/Piatu

Maka oleh karena itu mari kita mengambil hikmah dan bisa kita mengamalkannya dari isi khutbah yang telah khatib sampaikan semoga kita selamanya mendapat bingbingan hidayah taufiq dari Alloh SWT.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ


Sekian yang dapat Saya sampaikan contoh khutbah jumat peristiwa 10 muharram edisi terbaru 1439 H semoga besar manfaatnya bagi kita semua dan kita bisa mengamalkan isi-isi kandunga dari khutbah ini. Amiiin. Baca juga Khutbah jumat lima macam hiasan dunia